Contact US
Redaksi : Redaksi@jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
JanganTanya.com »
Pendidikan
»
Pentingkah Bermain Sebagai Metoda Belajar Untuk Anak Disekolah?
Pentingkah Bermain Sebagai Metoda Belajar Untuk Anak Disekolah?
Posted by JanganTanya.com | Pada Hari Rabu, 04 September 2013 | Kategori :
Pendidikan
JanganTanya.com - Media Untuk Semua, Seringkali kita mendengar
pertanyaan orang tua ketika melihat anak-anak di usia dini sudah sekolah “
emangnya nggak bosen tuh... kecil-kecil sudah sekolah ?
Sebetulnya
pertanyaan dan kekhawatiran tersebut bisa
menjadi benar atau bisa menjadi terbantahkan. Anak akan bosan bila sekolah di
usia dini bila pendekatan dan metoda belajar yang digunakan tidak sesuai dengan
tahap perkembangannya. Namun bila metoda belajar yang digunakan sesuai dengan
tahap perkembangan anak maka pertanyaan
dan kekhawatiran tadi menjadi terbantahkan.
Q.S. An Nisa (3:9) :“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang –
orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak – anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap ( kesejahteraan )
mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah
mengucapkan perkataan yang benar.”
Tahap
perkembangan manusia ada dua jenis yaitu tahap perkembangan kronologis yaitu
perkembngan yang mengikuti tahap usia, usia bertambah, maka kemampuan
bertambah. dan tahap perkembangan biologis yaitu perkembangan sel dalam otak
yang akan mempengaruhi semua kerja tubuh..
Dengan
melihat ayat Al Quran di atas maka wajib bagi setiap orang tua untuk mendidik
anak agar tidak menjadi anak-anak yang lemah, namun terkadang karena
keterbatasan pengetahuan dan waktu sehingga membuat orangtua menitipkan
pengasuhan anak pada lembaga sekolah usia dini. Dan menjadi tugas penting bagi
orang tua agar dapat memilih sekolah yang dapat mengembangkan kemampuan
berfikir anak secara maksimal
Belajar
bagi anak usia dini adalah membangun knowledge
melalui panca inderanya yaitu:
perdengaran, penglihatan, perabaan, penghiduan, pengecapan
Seorang ahli pendidikan dari Swiss Jean Piaget menyatakan bahwa :
“Anak – anak
hendaknya dapat melakukan percobaan sendiri. Guru tentunya dapat mengarahkan
mereka dengan menyediakan alat – alat yang tepat, tetapi yang paling mendasar
adalah agar anak dapat mengerti tentang sesuatu, anak harus membangun dirinya
dan menemukan dirinya”
Masih menurut Jean Piaget
Knowledge ( pengetahuan ) adalah :
- Bagaimana sesuatu itu terjadi
- Aktif membangun bukan mengkopi
- Menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi
- Faham proses
- Pemahaman yang di bangun oleh anak itu sendiri
Ketika anak bermain sesungguhnya dia sedang melakukan
percobaan dan penelitiannya terhadap alat dan media yang sedang di mainkannya
dan guru hanyalah sebagai fasilistator
dan motivator
Fasilitator
yang dimaksud adalah guru menyediakan alat dan media belajar yang tepat sesuai
dengan tahap perkembangan anak sedangkan motivator artinya guru dapat
mendampingi anak bermain yang terencana dan dapat memberikan pijakan yang tepat
untuk membangun dan meningkatkan pengetahuan anak.
Pertanyaannya
adalah sudahkah bapak dan ibu menemukan sekolah yang menggunakan metoda belajar
yang tepat ?
Bersambung....
Top 5 Popular of The Week
-
JanganTanya.com , Bintang iklan dan model Mesty Ariotedjo saat ini tengah fokus pada profesinya sebagai seorang dokter. Karena itu, wanita c...
-
JanganTanya.com, Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) akan digelar pada Kamis, (26/2/2015) mendatang. Perhelatan yang sudah digelar selama ...
-
Samsung Galaxy NX telah secara resmi diperkenalkan pada bulan Juni kemarin. Dan kini, pihak Samsung mengungkapkan bahwa mereka akan mulai ...
-
Para arkeolog menemukan kerangka utuh dinosaurus di kawasan General Capeda, Meksiko. Sumber : OkeZone
-
JanganTanya.com - Pemerintah Suriah kembali menegaskan tak akan menyerah pada ancaman serangan militer Amerika Serikat. Bahkan jika seka...


Tidak ada komentar: