Contact US
Redaksi : Redaksi@jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
JanganTanya.com »
Ekonomi
»
Swasembada Gula 2014, Hanya Mimpi
Swasembada Gula 2014, Hanya Mimpi
Posted by JanganTanya.com | Pada Hari Rabu, 04 September 2013 | Kategori :
Ekonomi
JanganTanya.com - Media Untuk Semua,Target swasembada gula pada 2014 diperkirakan tidak tercapai karena tidak ada pembenahan di hulu usaha tani dan di hilir pabrik. Produksi gula petani sulit naik, sementara gula impor terus membanjiri pasar.
Pengamat pertanian, Bustanil Arifin, di Jakarta, Rabu (4/1/2012), mengatakan, rendahnya rendemen gula menjadi persoalan mendasar di hulu. Lonjakan produksi sulit diharapkan jika rendemen hanya 7 persen, sementara potensinya 12-14 persen. Setiap kenaikan rendemen sebesar 1 persen, terdapat potensi tambahan produksi gula sekitar 300.000 ton.
Beberapa metode konvensional yang bisa dilakukan adalah perbaikan varietas, optimalisasi waktu tanam, pupuk berimbang, pengendalian organisme pengganggu, serta perbaikan sistem tebang dan pengangkutan.
"Tidak konvensional, tetapi kita juga perlu langkah terobosan, seperti perbaikan insentif manajemen produksi tebu, mulai dari sistem bagi hasil, sistem transfer tebu, pengukuran kualitas tebu, hingga insentif harga," paparnya.
Di bagian hilir, lanjutnya, revitalisasi dan restrukturisasi pabrik gula menjadi kebutuhan mendesak. "Untuk urusan itu, seharusnya kita banyak belajar dari pabrik swasta berskala besar, seperti Sugar Group, Gunung Madu Plantations, dan Kebun Agung," tuturnya. /kompas.com
Pengamat pertanian, Bustanil Arifin, di Jakarta, Rabu (4/1/2012), mengatakan, rendahnya rendemen gula menjadi persoalan mendasar di hulu. Lonjakan produksi sulit diharapkan jika rendemen hanya 7 persen, sementara potensinya 12-14 persen. Setiap kenaikan rendemen sebesar 1 persen, terdapat potensi tambahan produksi gula sekitar 300.000 ton.
Beberapa metode konvensional yang bisa dilakukan adalah perbaikan varietas, optimalisasi waktu tanam, pupuk berimbang, pengendalian organisme pengganggu, serta perbaikan sistem tebang dan pengangkutan.
"Tidak konvensional, tetapi kita juga perlu langkah terobosan, seperti perbaikan insentif manajemen produksi tebu, mulai dari sistem bagi hasil, sistem transfer tebu, pengukuran kualitas tebu, hingga insentif harga," paparnya.
Di bagian hilir, lanjutnya, revitalisasi dan restrukturisasi pabrik gula menjadi kebutuhan mendesak. "Untuk urusan itu, seharusnya kita banyak belajar dari pabrik swasta berskala besar, seperti Sugar Group, Gunung Madu Plantations, dan Kebun Agung," tuturnya. /kompas.com
Top 5 Popular of The Week
-
JanganTanya.com , Bintang iklan dan model Mesty Ariotedjo saat ini tengah fokus pada profesinya sebagai seorang dokter. Karena itu, wanita c...
-
JanganTanya.com, Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) akan digelar pada Kamis, (26/2/2015) mendatang. Perhelatan yang sudah digelar selama ...
-
Samsung Galaxy NX telah secara resmi diperkenalkan pada bulan Juni kemarin. Dan kini, pihak Samsung mengungkapkan bahwa mereka akan mulai ...
-
Para arkeolog menemukan kerangka utuh dinosaurus di kawasan General Capeda, Meksiko. Sumber : OkeZone
-
JanganTanya.com - Pemerintah Suriah kembali menegaskan tak akan menyerah pada ancaman serangan militer Amerika Serikat. Bahkan jika seka...


Tidak ada komentar: