Contact US
Redaksi : Redaksi@jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
admin : Info@Jangantanya.com
Pertanyakan Penegak Hukum, SBY: Mengapa BAP Sering Bocor?
JanganTanya.com - Presiden SBY mendapat banyak laporan dari masyarakat seringnya Berita
Acara Pemeriksaan (BAP) atas kasus-kasus tertentu yang beredar di
masyarakat luas. Padahal dokumen yang merupakan bagian proses hukum
tersebut seharusnya rahasia hingga akhirnya diungkap dalam sidang
pengadilan.
"Semua penegak hukum, kejaksaan, kepolisian, KPK, siapa pun, mengapa isi berita acara pemeriksaan diketahui oleh pihak-pihak tertentu? Itu mestinya dokumen rahasia, akan dibawa ke pengadilan, kok sudah ada di pihak-pihak tertentu?" heran SBY.
Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/7/2013). Hadir dalam
acara ini puluhan pimpinan organisasi Pemberi Bantuan Hukum se-Indonesia.
SBY menyayangkan jika dokumen rahasia tersebut menjadi konsumsi publik. Jika itu yang terjadi, maka proses keadilan akan terganggu.
"Belum-belum sudah diudar-udar. Mari sama-sama kita introspeksi diri," imbuhnya.
SBY juga banyak menerima aduan mengenai pengadilan oleh pemberitaan media massa atau pengarahan opini. Banyak proses peradilan yang belum selesai, namun masyarakat sudah memvonisnya bersalah.
"Mereka kan punya anak, istri, keluarga, belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah. Ketika polisi dan KPK melaksanakan penyelidikan, jaksa melakukan penuntutan, majelis hakim sedang sidang, itu semua belum bisa dinyatakan bersalah. Kecuali sudah ada ketetapan hukum. Jadi apalagi baru berita melalui SMS, baru katanya, sudah memvonis seolah-olah bersalah," paparnya.
Sumber : Detik
"Semua penegak hukum, kejaksaan, kepolisian, KPK, siapa pun, mengapa isi berita acara pemeriksaan diketahui oleh pihak-pihak tertentu? Itu mestinya dokumen rahasia, akan dibawa ke pengadilan, kok sudah ada di pihak-pihak tertentu?" heran SBY.
Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/7/2013). Hadir dalam
acara ini puluhan pimpinan organisasi Pemberi Bantuan Hukum se-Indonesia.
SBY menyayangkan jika dokumen rahasia tersebut menjadi konsumsi publik. Jika itu yang terjadi, maka proses keadilan akan terganggu.
"Belum-belum sudah diudar-udar. Mari sama-sama kita introspeksi diri," imbuhnya.
SBY juga banyak menerima aduan mengenai pengadilan oleh pemberitaan media massa atau pengarahan opini. Banyak proses peradilan yang belum selesai, namun masyarakat sudah memvonisnya bersalah.
"Mereka kan punya anak, istri, keluarga, belum apa-apa sudah dinyatakan bersalah. Ketika polisi dan KPK melaksanakan penyelidikan, jaksa melakukan penuntutan, majelis hakim sedang sidang, itu semua belum bisa dinyatakan bersalah. Kecuali sudah ada ketetapan hukum. Jadi apalagi baru berita melalui SMS, baru katanya, sudah memvonis seolah-olah bersalah," paparnya.
Sumber : Detik
Top 5 Popular of The Week
-
JanganTanya.com , Bintang iklan dan model Mesty Ariotedjo saat ini tengah fokus pada profesinya sebagai seorang dokter. Karena itu, wanita c...
-
JanganTanya.com, Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) akan digelar pada Kamis, (26/2/2015) mendatang. Perhelatan yang sudah digelar selama ...
-
Samsung Galaxy NX telah secara resmi diperkenalkan pada bulan Juni kemarin. Dan kini, pihak Samsung mengungkapkan bahwa mereka akan mulai ...
-
Para arkeolog menemukan kerangka utuh dinosaurus di kawasan General Capeda, Meksiko. Sumber : OkeZone
-
JanganTanya.com - Pemerintah Suriah kembali menegaskan tak akan menyerah pada ancaman serangan militer Amerika Serikat. Bahkan jika seka...


Tidak ada komentar: